Belajar dasar investasi untuk pemula yuk… (Bagian 2)

Di bagian pertama sudah dibahas mengenai jenis investasi berupa tabungan, deposito, dan emas. Di bagian ini akan dibahas jenis investasi lainnya.
pomo maret2
pomo maret3 banner
promo maret4 banner
promo maret5 banner
promo maret6 banner

KL Bukit bintang banner
home banner
Yuk kita lanjutin belajar dasar investasi biar lebih dalam mengerti investasi dan peluangnya.

  • Reksadana

Masih banyak orang yang belum tahu tentang reksadana. Apa sih reksadana itu? Sederhananya reksadana adalah dana kolektif yang dikumpulkan oleh instansi (atau biasa disebut Manajer Investasi), yang kemudian akan digunakan oleh Manajer Investasi untuk melakukan investasi di beberapa jenis investasi. Ada beberapa jenis reksadana, yaitu pendapatan tetap, campuran, saham, pasar uang, terproteksi, indeks & etf, dollar, syariah, dan penyertaan terbatas. Kelebihan reksadana adalah kita hanya perlu menaruh dana atau uang kita di reksadana (seperti tabungan), dan kita akan mendapatkan return atau penghasilan dari investasi yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Biasanya return yang kita dapatkan akan lebih tinggi dari tabungan dan deposito (tergantung jenis reksadana yang kita pilih dan kondisi pasar). Selain itu, dana yang dibutuhkan ga gede koq, dari 100rb rupiah sudah bisa mulai investasi di reksadana. Kelemahan dari reksadana adalah kita tidak bisa mengatur jenis investasi yang ingin kita lakukan dan juga ada biaya yang harus dibayarkan ke Manajer Investasi, jadi return yang kita dapatkan kurang maksimal. Untuk lebih jelasnya, kita akan bahas secara khusus yach….

  • Obligasi dan SUN (Surat Utang Negara)

Obligasi atau SUN adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan atau negara. Obligasi biasanya dikeluarkan perusahaan sedangkan SUN dikeluarkan negara. Untuk apa sih surat berharga ini? Surat berharga ini digunakan sebagai alat tukar untuk meminjam uang dari masyarakat umum. Keunggulan dari obligasi dan SUN adalah kita bisa mendapatkan bunga dari dana kita seperti pada tabungan dan deposito yang besarnya lebih tinggi dari tabungan dan deposito, dan juga obligasi atau SUN tersebut juga bisa kita jual lagi. Kelemahan dari obligasi dan SUN ini adalah dibutuhkan dana yang relatif besar (bisa sekitar 5 juta rupiah), dan ada keterbatasan ketersediaan.

  • Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan dan bukan surat utang (berbeda dengan obligasi dan SUN). Membeli saham berarti kita memiliki kepemilikan perusahaan, yang berarti kita sebagai salah satu pemegang saham dan kita berbagi resiko dengan perusahaan. Apabila perusahaan mendapatkan laba sebagian akan dibagikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen. Saham ini bisa dilakukan secara aktif dan pasif. Gimana sih cara investasi saham secara aktif dan pasif? Penasaran? Sabar yach, kita akan bahas secara khusus juga koq…

  • Properti

Untuk jenis investasi ini dibutuhkan dana atau uang yang sangat besar, karena akan melakukan jual beli aset berupa tanah / bangunan. Properti akan mempunyai nilai yang terus meningkat, baik itu dari nilai jualnya maupun dari biaya sewa, selama tidak terjadi gejolak politik, perang, maupun bencana alam. Akan tetapi investasi properti akan membutuhkan komitmen jangka panjang, karena properti mempunyai likuiditas yang rendah. Maksud likuiditas yang rendah adalah properti sulit untuk langsung bisa diuangkan, pasti butuh waktu sampai ada yang membelinya.

  • Pasar berjangka

Pasar bejangka adalah jenis investasi di bidang komoditas yang pembayaran dan transaksinya dilakukan di masa depan walaupun transaksinya dilakukan hari ini. Yang termasuk ke dalam pasar berjangka adalah Indeks, emas berjangka, minyak bumi, dan berbagai komoditas berjangka lainnya. Kelemahan dari pasar berjangka ini adalah dibutuhkan dana yang sangat besar, bisa mulai dari 60 juta rupiah sampai ratusan juta rupiah dan juga resiko yang tinggi. Keunggulannya adalah return atau penghasilan yang kita dapatkan bisa besar dan bisa dilakukan secara online

Lanjut belajar dasar investasi biar lebih dalam mengerti investasi dan peluangnya, klik link di bawah ya…

 

 

Belajar dasar investasi untuk pemula yuk… (Bagian 3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live chat
Line chat
Telegram chat
Whatsapp chat