Tanda khusus akan diterbitkan untuk taxi online dari Kemenhub dan diiringi penyesuaian tarif per 1 April 2017

Pernah lihat donx kejadian dimana mobil pribadi di rusak oleh sopir – sopir angkutan umum di Bandung – Jawa Barat, yang mana mobil tersebut dianggap taxi online. Padahal mobil tersebut merupakan mobil pribadi dan tidak pernah dijadikan taxi online. Kejadian tersebut belum lama ini jadi viral di facebook / youtube. Hal ini juga sudah disiarkan oleh media elektronik. Untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) resmi melakukan uji revisi Peraturan Menteri (PM) No. 32 tentang taxi online di Makassar, Jumat (10/3/2017). Acara ini merupakan lanjutan dari uji publik sebelumnya yang dilakukan di Jakarta pada pertengahan Februari lalu. Selain menyampaikan pokok – pokok kajian revisi untuk Peraturan Menteri (PM) tersebut, Kemenhub juga mengatakan tentang tanda khusus akan diterbitkan untuk taxi online per 1 April 2017. Tujuannya untuk membedakan dari transportasi konvensional.
 photo jilbab banner_zps7ryegj8w.gif; ; photo bloop2_zps3g15geay.gif
Perencanaan tentang pemasangan stiker untuk kendaraan yang dijadikan taxi online diungkapkan oleh Direktur Jendral Perhubungan Darat Pudji Hartanto kepada Kompas Otomotif, Sabtu (11/3/2017). Menurut beliau, design untuk model stiker tersebut telah disiapkan. Stiker untuk mobil online ini ditujukan agar masyarakat lebih mudah untuk mengenali taxi online yang menggunakan kendaraan pribadi tanpa plat kuning. Hal ini juga sejalan dengan ubahan revisi mengenai jenis angkutan sewa.

Berikut ini merupakan stiker taksi online dengan taksi biasa (kompas.com)

tanda khusus akan diterbitkan untuk taxi online per 1 April 2017

Taksi online yang pada umumnya menggunakan mobil pribadi bukan termasuk ke dalam kategori angkutan umum, tapi angkutan sewa khusus.
Sebelumnya, Kompas.com yang hadir dalam acara uji publik di Makassar mengatakan bahwa pemberian stiker khusus terdiri dari dua warna, yakni putih dan biru.
Stiker tersebut juga dilengkapi dengan huruf “T” yang memiliki arti transportasi, serta simbol sinyal yang mengartikan bahwa taksi berbasis aplikasi.
Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jendral Perhubungan Darat juga mengatakan mulai tanggal 1 April 2017 akan menerapkan Peraturan Meteri (PM) No. 32 Tahun 2016 yang telah di revisi tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
Menurut Direktur Jendral Perhubungan Darat Pudji Hartanto di kantornya, Peraturan Menteri (PM) No. 32 ini telah dilakukan sosialisasinya selama 6 bulan, dan akan berakhir pada bulan Maret ini. Dengan selesainya sosialisasi dan juga uji publik yang kedua, maka per 1 April Peraturan Menteri (PM) No. 32 ini akan resmi diberlakukan, Selasa (14/3/2017).
Dalam Peraturan Menteri (PM) No. 32 tersebut, Pudji mengungkapkan sudah memasukkan 11 tuntutan para perusahaan taxi online maupun konvensional yang mana salah satunya yaitu masalah mekanisme tarif. Dalam PM No. 32 ini, juga mencantumkan angkutan sewa khusus berbasis aplikasi tarifnya memiliki batas atas dan batas bawah. Misal kalau taksi konvensional itu jarak tertentu tarifnya Rp 50 ribu, kalau taksi online tidak terus Rp 10 ribu. Nanti misalnya jadi Rp 40 ribu atau berapa, tidak jauh selisih tarifnya,” ujar Pudji.
Tak hanya soal tarif, Peraturan Menteri (PM) No. 32 juga menetapkan perusahaan taksi online juga akan dikenakan pajak sesuai ketentuan Direktorat Jendral Pajak. Peraturan Menteri (PM) No. 32 ini juga mengatur untuk jenis kendaraan yang layak dan aman yang diperbolehkan untuk menjadi kendaraan sewa khusus dari segi silinder (CC) dengan minimum kapasitas silinder (CC) 1000.
Keluhan terhadap ambruknya bisnis angkutan darat yang pernah disampaikan oleh Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan pada 27 Desember 2016 ini terjadi pada taxi, bajaj, dan juga mikrolet. Contohnya omzet taxi turun sekitar 50%. Secara umum bisnis angkutan darat mengalami penurunan sekitar 60%. Hal ini terjadi paling besar pada taxi sebesar 40 – 50%, sedangkan pada mikrolet hanya sekitar 30%.
Akibat dari penurunan omzet yang cukup signifikan ucap Shafruhan, hingga saat ini sudah ada dua operator taxi yang tutup. Hal tersebut terjadi akibat ketidakmampuan untuk bersaing dengan transportasi berbasis online yang sudah sangat menjamur, khususnya di DKI Jakarta. Selain itu, Shafruhan juga mengatakan ada beberapa perusahaan yang dimana operasional kendaraannya tinggal 10% – 20%.
Menurut Shafruhan, ambruknya bisnis angkutan darat ini diakibatkan adanya persaingan yang tidak sehat antara transportasi yang berbasis konvensional dengan yang berbasis aplikasi. Hal ini sangat diharapkan menjadi perhatian pemerintah di tahun 2017.

Sumber :
http://blog.tribunjualbeli.com/748/wah-taksi-online-sebentar-lagi-akan-dapat-tanda-khusus-dari-kemenhub
http://bisnis.liputan6.com/read/2886004/tarif-taksi-online-tak-murah-lagi-per-1-april-2017?utm_source=Digital+Marketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=Line
https://www.youtube.com/watch?v=9TqSXJVmQkg

Semoga artikel mengenai tanda khusus akan diterbitkan untuk taxi online per 1 April 2017 ini bermanfaat.

 

 

Artikel lainnya : Promo tour ke Beijing cuma 4 juta termasuk tiket Air Asia PP dan hotel untuk bulan November

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live chat
Line chat
Telegram chat
Whatsapp chat